Archive for August, 2008

17 Agustus…Obral Nasionalisme!!!

Posted in Wishes on August 19, 2008 by nellrose

              17 agustus 2008 ini, seperti biasa, saya hanya berusaha memanjakan diri setelah sekian minggu setiap weekend seolah justru semakin mengejar saya dengan sekian banyak pekerjaan, ataupun kegiatan di luar rumah dan sekian janji yang harus saya tepati dengan orang-orang disekeliling saya.

 

               Jadilah long weekend kali ini, saya bulatkan tekad untuk benar-benar menghabiskannya sendirian, di kamar kost 2 x 3 meter saya tercinta ini dan memakan makanan yang saya masak sendiri dari apapun persediaan yang ada di kulkas :D , membaca buku2 yang sudah menuntut untuk dinikmati, menonton TV seharian, membuat cappuccino 1 kali setiap 6 jam, dan tentu saja tidur siang…satu hal yang sudah lama sekali tidak saya lakukan.

 

               Menonton TV di 17 agustus setiap tahun, rata-rata hal rutin yang dilakukan untuk menonton rutinitas yang tidak juga berubah. Upacara bendera, detik-detik proklamasi, mengheningkan cipta, dan pengibaran sang saka merah putih.

 

              Selama ini, tertimbun dalam gunungan masalah, membuat saya merasa bahwa sisa-sisa nasionalisme saya mulai luntur, mngkin yang masih tertinggal hanya setitik sisi …….. Read more »

Sahabat…Terima Kasih atas semuanya

Posted in ..My day.. on August 1, 2008 by nellrose

 

                    Isra Mi’raj kali ini, membuat saya kembali memundurkan langkah kenangan saya ke puluhan tahun silam.

 

                  Dulu, saat saya masih terlingkupi dalam budaya religius di kampung halaman, tahun 1987 sampai dengan tahun 1997, setiap tahunnya, sebelum Isra Mi’raj, saya dalam 15 hari berturut2 mengikuti ngaji kitab rutin dmulai setelah magrib sapai dengan pukul setengah 9 malam.

 

                   Untuk ukuran gadis kecil sampai dengan menginjak remaja, saat itu adalah saat yang menyenangkan…bukan pada esensi mengajinya (saya yakin, anda sudah berpendapat yang sama)…tapi lebih kepada aktivitas-aktivitas  ditempat selama menunggu giliran kita yang membacakan kitabnya. Bukannya menyimak. Read more »