Question
renungan ini timbul dari hasil perbincangan dan diskusi dengan beberapa temen kantor laki – laki…..tentang keinginan mereka punya cewek berjilbab…
mungkin bisa dikatakan satu bentuk protes, tapi kayaknya lebih baik dibahasakan sebagai satu bentuk pertanyaan mendasar dari seorang perempuan bernama nelly…
selama ini, dari sekiar 5 tahun bergaul dengan komunitas laki – laki di ITS dan kurang lebih 1 tahun bergaul dengan komunitas pekerja laki – laki, sekitar lebih dari 50% cowok (muslim) ketika diminta komentar tentang kriteria pasangan ideal(saya masih menyebut ini dengan pacar, bukan istri), menjawab salah satu kriterianya adalah… berjilbab….
jadi sebuah tanda tanya besar…….mungkin karena salah satunya saya tidak masuk dalam kriteria ideal mereka (hehehe),jadi dari sebuah awalan tidak terima jadi bercabang kepada pertanyaan – pertanyaan terhadap berbagai alasan yang mereka (kaum laki – laki) ungkapkan……
para kaum adam yang sangat saya hormati, apakah sisi moral seorang manusia itu hanya bisa dilihat dari apa yang mereka pakai?? apakah parameter perempuan baik – baik hanya dapat menempel di jilbab tersebut?? apakah simbol keperempuanan yang lembut, istimewa, makmum sejati yang kalian inginkan secara lengkap itu ingin kalian dapatkan dengan cuma – cuma?? kenapa anda – anda yang terhormat selalu menginginkan satu paket lengkap ketika memilih pasangan hidup?? satu paket dimana anda (katanya)hanya tinggal menerima jadi, tinggal menikmati, tinggal pakai…..hai…tuan..tuan…kami bukan makanan, kami bukan pakaian….dan kami bukan barang…kami manusia!!!
jika memang kebanyakan dari anda mempunyai alasan yang sama dengan apa yang telah diungkapkan temen – teman saya itu….kasian sekali kaum perempuan…dia diinginkan hanya untuk jadi pelengkap…satu titik untuk menutup kekurangan kecil dari seorang laki – laki…satu katup yang mungkin tanpa kehadirannya pun tidak akan timbul satu problem yang berarti…..bukan perempuan yang diharapkan jadi penyeimbang dan partner hidup!!perempuan yang karena peran besar pasangan mereka, karena peran besar laki – laki yang dia cintai dapat berubah menjadi perempuan yang tegar, istimewa, muslimah sejati….jadi bukan hanya perempuan – perempuan yang sudah berjilbab saja yang nantinya akan merasa lebih punya bayak kesempatan membuktikan dirinya baik, tapi juga dengan peranan anda – andalah..kaum adam yang terhormat, perempuan – perempuan jalanan, pelacur – pelacur pinggiran juga dapat merasakan indahnya kesempatan untuk menjadi lebih baik, untuk menjadi lebih dihargai, kesempatan untuk tahu bahwa karena peranan besar & bimbingan dari laki – laki yang mereka cintailah mereka dapat berjilbab, mereka dapat menjadi lebih baik…….
sehingga pernyataan bahwa anda adalah kaum yang maunya terima paket jadi tadi bakal berubah menjadi calon – calon atau suami – suami yang berhati..imam sejati….OK!!sampai suatu saat istri – istri anda yang santun, berjilbab, istimewa dapat dengan bangga mengatakan kepada setiap orang yang mereka temui..” Saya yang seperti ini adalah karena peranan besar suami saya”………………………..
anda yang akan menjadikan arang hitam itu menjadi batu intan yang bersinar dan lebih berharga..meskipun arang tsb anda dapatkan dari kubangan lumpur hitam……….
November 3, 2008 at 2:26 pm
Barokallahufikum semoga Alloh Azzawajala senantiasa membimbing kita diatas manhaj yang haq dan kita meminta agar senantiasa hidyah yang ada pada diri-diri kita tetap terjaga, bahwasanya hidayah itu mahal. telah banyak kaum muslimin yang mereka di beri hidayah namun tidak mampu menjaga dan terjatuh karna badai fitnah yang menimpa pada hati-hati manusia yang sesunguhnya sanggatlah lemah sehingga hanya senantiasa mengeluh dalam kehidupannya dan merasa belum dia dapatkan kenikmatan sedikitpun. sesungguhya dalam diri manusia itu ada segumpal darah bila ia baik maka baiklah selurunya namun bila ia buruk maka buruklah semua yang ada pada manusia (allahuA’lam bisshowab) itulah hati. karena itu bila kita inggin tau hati manusia paling tidak nampak padanya suatu kebaikan yakni dengan berjilbab. lalu bagaimana para pemuda yang inggin mencari pasangan hidup bila tidak melihat siapa yang akan kita nikahi, paling tidak ia tahu bagaimana ia berpenampilan seharusnya seorang wanita serta kita mampu mengetahui bagaimana keilmuanya sejauh mana, lalu bagaimana dengan pelacur-pelacur berjilbab ? lalu kenapa dengan mereka biarkan saja karna timbangan amalan hati itu adalah niat sedangkan timbangan amalan ibadah adalah sesuai petunjuk Rosululloh sholallohualaihiwasalam. Wallohua’lam bisshowab
July 23, 2009 at 9:50 pm
hm..dari uraian diatas saya pikir adalah sebuah kewajaran setiap orang untuk mendapatkan hal yang lebih, terlebih dalam hal pasangan hidup, begitu juga sebaliknya perempuan juga mempunyai pandangan yang sama manusiawi bukan?..masalahnya kenapa standarnya hanya jilbab seperti temen2 anda katakan..saya pikir itulah kreteria dia..mungkin beda lagi dengan yang laen kreterianya tidak berjilbab itu bisa saja..saya pikir itu tergantung selera masing2 dan bukan standar baik tidaknya..baik buruk bukan dilihat dari pakaian yang serba menutup atau harta yang banyak atau wajah yang menawan..atau bagi laki2 jenggot yang panjang celana yang selalu tidak menutup mata kaki…standar baik tidaknya bukan itu bagi saya..hanya barangkali yang berjilbab agak dinilai baik..karena ada sisi plusnya..walau ada juga sisi jeleknya…hm..tapi bagi saya lebih baiknya wanita itu menutupi kepalanya alis berjilbab..karena itu emang sudah haknya kepala untuk ditutpi…akan lebih baik nilainya.dengan catatan akhlaknya juga dunk….
kalok satu paket seperti anda bilang wahh…mana sisi ibadahnya kalou semua udah baik..???